468x150 Ads

Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image >
Showing posts with label dfd. Show all posts
Showing posts with label dfd. Show all posts

KOMPONEN DFD

5 komentar

KOMPONEN DFD

setelah mengetahui penjelasan sebelumnya mengenai DFD (yang belum baca klik disini) saya akan menjelaskan tentang komponennya,


Data Flow Diagram (DFD) adalah sebuah teknik grafis yang menggambarkan aliran informasi dan transformasi yang diaplikasikan pada saat data bergerak dari input menjadi output. Berdasarkan buku rekayasa perangkat lunak dari Roger S Pressman bentuk dasar dari suatu diagram aliran data




 Dalam  memodelkan  sesuatu  sistem  wajib  mengikuti  aturan  yang  berlaku dalam  pemodelan  tersebut,  dalam  DFD  terdapat  4  (empat)  notasi  yang  harus dipahami, untuk lebih jelasnya dapat dilihat di bawah ini...




Diagram konteks adalah DFD tingkat 0, yang disebut juga dengan model sistem fundamental atau model konteks, mempresentasikan seluruh sistem sebagai sebuah bubble tunggal dengan data input dan output yang ditunjukkan oleh anak panah yang masuk dan keluar secara berurutan. Proses tambahan (bubble) dan jalur aliran informasi yang direpresentasikan pada saat DFD tingkat 0 dipartisi untuk mengungkap detail yang lebih. Contohnya, sebuah DFD tingkat 1 dapat berisi 5 atau 6 bubble dengan anak panah yang saling berhubungan. Setiap proses yang direpresentasikan pada tingkat 1 merupakan subfungsi dari seluruh sistem yang digambarkan di dalam model konteks.



   Menurut Pressman terdapat 6 (enam) langkah dalam membuat DFD, yaitu:
1. diagram aliran data tingkat 0 harus menggambarkan perangkat lunak/sistem sebagai gelembung tunggal;
2. input dan output utama harus dicatat secara hati-hati;
3. penyaringan harus dimulai dengan mengisolasi proses calon, objek data, dan penyimpanan yang akan       
    direpresentasikan pada tingkat selanjutnya;
4. semua anak panah dan gelembung harus diberi label dengan nama yang berarti;
5.  kontinyuitas aliran informasi harus dijaga dari tingkat ke tingkat;
6. satu gelembung pada satu saat harus disaring. terdapat kecenderungan natural untuk terlalu 
    mengkompilasi diagram aliran data. Hal ini terjadi bila analis ingin menunjukkan terlalu banyak detail pada 
    saat yang terlalu dini atau merepresentasikan aspek prosedural dari perangkat lunak di dalam aliran data.


terus, ada beberapa contoh penggambaran DFD yang salah, contohnya seperti dibawah ini

biasanya dalam penggambaran DFD memiliki kesalahan seperti di atas,
proses ke 1 dinamakan Black hole (lubang hitam) maksud, ada input tapi tidak ada outputnya
proses ke 2 dimanakan miracle (ajaib) kenapa ajaib??? karena proses bisa mengeluarkan output tp ga ada inputnya!! nah ajaibkan??!!

tp penjelasan lanjut nih.. dalam pembuatan data store harus seperti ini



test

Powered by Blogger.